Sunday, February 16, 2014

Four Corners and Two Sides.

That glimpse of burning Despise--
broiled Her small little piece of living Meat--
turning It into ashes.
She's now just that discrete dust particles
dwelling with other microscopic particles--
lifeless and misguided
waiting to be brushed away 
by the loathsome and sickening 
so-called Godly hand of Yours.
And She can only spill this 
on that four corners and two sides sheet.
Sad story.


p/s: I was listening to Four Corners and Two Sides by Sleeping With Sirens while writing this poem. Haha. 

Of Cloudy Skies & Melancholia

Melancholic hue frosted the cosmos,
just like the fall of the twilight.
And the raindrops started caressing the ground,
with their unmelodious tapping sounds,
together with a continuous chain
of ruined ringlets of Her tears,
dripping down onto the cracked earth.
That was when the silent eloquence
of His pair of eyes spoke,
instigating such a quivering agony to Her.
She caught Her breath--
as He invaded Her core.
And the Battle, began.

Thursday, February 13, 2014

Kolonisasi.

Malam itu Kau singgah lagi--
di petak berjeriji besi Dia
bersama sabda-sabda pandir 
serta rantaian dogma yang memasung benak--
cubaan Imperialisasi sisi egoistis Dia.

Lama Dia berteleku
di sebalik dinding konkrit
bercoret isme-isme yang acapkali 
menjadi mantera ritual puja
dan senggama minda.

Benteng jiwaNya kan tetap kekar terpasak--
biar ditiup Maha Pawana Kau 
yang seringkali ghairah 
merobek halus pintu-pintu sukma
tanpa kenal erti putus asa.

"Aku putuskan begitu," kata Dia.

Wednesday, July 3, 2013

Kisah dan Kalah.

Aku pilih untuk kisah
dan aku mula rasa kalah
Sebu hati
Sesak hingga terjelepok aku 
di sudut gelap 
berlantaikan marmar putih
penuh darah merah berbau hanyir
Menangis aku kesakitan
Ya sakitnya itu kurasa
hingga lubuk paling dalam
Bagai ditusuk-tusuk dicarik-carik
dengan bilah buluh yang tajam
Bisa diumpamakan dengan kata-kata
dan perlakuan engkau
yang menikmati saat kejatuhan aku
yang bukan apa-apa ini
Aku ulang--
Bukan apa-apa
Ya, aku pilih untuk kisah
dan aku mula rasa kalah.